Postingan

Menampilkan postingan dengan label Indonesia

Prabowo dan Sandiaga Menyiapkan Konten Kampanye Untuk Meraih Suara Generasi Milenial di Pilpres 2019 Mendatang

Gambar
Lensa Fakta . Pesta demokrasi pemilihan presiden 2019 mendatang, masing-masing calon capres-cawapres mulai untuk mempersiapkan diri. Hal ini termasuk untuk memaksimal suara dari berbagai kalangan. Tak dipungkiri lagi bahwa suara generasi milenial tak bisa dilihat sebelah mata. Maka dari itu pasangan Prabowo-Sandiaga Uno pun mulai mempersiapkannya. Cawapres Prabowo yaitu Sandiaga Uno menilai sosok calon presiden Prabowo Subianto saat ini telah menjadi sosok yang asyik sekarang. Maka dari itu Sandiaga yakin akan bisa meraup suara generasi milenial dalam Pilpres 2019 mendatang. “Pak Prabowo itu orangnya asyik, the new Prabowo sekarang orangnya sangat open dan cair,” ucap Sandiaga di depan Masjid At-Taqwa, Jakarta, Kamis, (22/8/2018). Sandiaga menilai bahwa sikap Prabowo tersebut tidak lepas dari pengalamannya di dunia politik. Mantan Danjen Kopassus itu dinilainya telah banyak mengalami dinamika perkembangan dalam bidang politik bangsa. Lanjutnya ia mengatakan ...

PRABOWO: MAAF DENGAN SEGALA HORMAT, BANGSA INI, NEGARA INI HIDUPNYA DARI HUTANG

Gambar
Lensa Fakta . “Maaf dengan segala hormat, bangsa ini, negara ini hidupnya dari utang,” kata Prabowo tegas di hadapan ribuan Purnawirawan Kopassus di GOR Ciracas, Jakarta Timur. Tegas dan lugas, Prabowo menyatakan bahwa Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya. Namun, Indonesia hidup dari utang pihak asing. Prabowo juga mengkritik elite politik yang selalu mengucapkan kata manis dan tidak mau mengakui kalau Indonesia harus berutang untuk membayar utang sebelumnya. “Banyak elite tidak mengakui. Bilangnya utang biasa,” tutur Prabowo. Padahal besarnya hutang, kapan saja akan menjadi bencana bagi bangsa ini. Prabowo menyoroti masalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Dia membandingkan pada tahun 2013 lalu di mana nilai tukar rupiah berada pada angka Rp 9.000 per dolar AS. Namun, kini di tahun 2018, nilai tukar rupiah berada di atas Rp 14.000. Itu artinya, menurut Prabowo, dalam waktu 5 tahun masyarakat bertambah misk...

KISAH KAKEKNYA PRABOWO, KEHILANGAN 2 ANAK SEKALIGUS DALAM 1 HARI DEMI NKRI

Gambar
Warta Hub . Tidak ada rasa sakit yang begitu sakit dirasakan, selain kehilangan orang yang dicintai. Apalagi, kalau orang yang kita cintai itu pergi dengan cara tragis, misalnya tewas atau terbunuh, bukan karena sakit. Dan yang lebih sakit lagi, jika kita kehilangan orang yang dicintai dalam waktu bersamaan. Misalnya, kehilangan anak dalam waktu yang bersamaan. Tentu sakitnya akan terus membekas. Tapi itulah yang dialami kakek Prabowo Subianto, mantan Panglima Kostrad. Dalam sebuah wawancara, Prabowo bercerita tentang keluarga besarnya. Menurut mantan menantu mendiang Presiden Soeharto itu, keluarganya adalah keluarga republiken. Keluarga besarnya adalah keluarga pejuang. Kakeknya, Raden Mas Margono Djojohadikusumo nisalnya, adalah orang pergerakan. Pendiri BNI. Pun ayahandanya, Soemitro Djokohadikusumo, juga seorang yang punya komitmen kuat kepada republik. Dua adik ayahnya atau pamannya, juga pejuang republik. Dua pamannya itu adalah Soebijanto Djojohadikusumo d...

SUGIONO VICE CHAIRMAN OF GERINDRA: THE WARRIOR SPIRIT AND PRABOWO SUBIANTO’S FAMILY

Gambar
Warta Hub . “Prabowo inherits all his warrior spirits directly from his ancestors. He is the son of Sumitro Djojohadikusumo. He is the grandson of Margono Djojohadikusumo. They are well known figures in Indonesia. As we know that Sumitro Djojohadikusumo, Prabowo’s father, is the prominent figure in economic development. He is first son of 3 siblings. Sumitro Djojohadikusumo has two little brothers. They are Subianto Djojohadikusumo and Sujono Djojohadikusumo”. Sugiono knows exactly about the family of Djojohadikusumo since he was the private assistance of Prabowo himself.   Subianto and Sujono were died as heroes during the Lengkong incident in 1946. The incident was started with the disarmament by Japanese army right after the proclamation of Indonesia. Suddenly the rifles that handed to Japanese army were taken back because they heard the gunshot without knowing the source the gunshot and it was considered as threaten by Japanese army. Shootout can’t be avo...

Inilah 3 Aksi Tidak Terduga Prabowo Di Tengah Kerumunan Massa

Gambar
Warta Hub . Prabowo Subianto, bakal Calon Presiden 2019 dikenal tegas dan serius. Di setiap kesempatan mantan Danjen Kopassus itu jarang terlihat berguyon atau melakukan hal unik. Meski begitu, Prabowo pernah melakukan aksi-aksi tidak terduga dan membuat publik terperangah. Apalagi aksi ini di tengah-tengah kerumunan massa yang pastinya menimbulkan kehebohan. Berikut aksinya: 1. Telanjang dada Aksi telanjang dada Prabowo Subianto menjadi viral di media sosial. Waktu itu Prabowo dideklarasikan sebagai calon Presiden 2019 di Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Partai Gerindra. Usai menerima mandat Prabowo telanjang dada di hadapan para peserta Rakornas. Sontak saja aksi ini disambut riuh dan Prabowo pun dipanggul oleh kader Gerindra yang sebagian juga bertelanjang dada. “Itu biasa. Jadi kan begini, Beliau orang yang lama dalam tradisi militer. Dalam tradisi militer seorang komandan itu untuk menunjukkan soliditas kepada anak buah biasanya dipa...

KISAH PRABOWO MEMULIAKAN BAPAK BRIMOB INDONESIA

Gambar
Pojok Utama . Komisaris Jenderal Moehammad Jasin juga menjadi sosok yang sangat berpengaruh di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dulu Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa berperan sangat besar dalam pertempuran Surabaya November 1945. Salah satunya keberaniannya menerobos desingan peluru musuh guna menghentikan tembak menembak. Jasin juga yang membentuk Brigade Mobil (Brimob) atas penugasan dari Kapolri Jenderal Raden Said Soekan to Tjokrodiatmodjo. Dia kelak diangkat menjadi bapak Brimob. Ketika itu, tugas utamanya adalah mengatasi ancaman keamanan dan ketertiban, salah satunya menghadapi Agresi Militer Belanda yang berlangsung hingga dua kali, serta teror pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung, dan terakhir melakukan pengamanan jalan di wilayah Jawa Barat dari ancaman gerombolan DI/TII. Jasin terus berkiprah di polisi hingga menjabat pangkat Komisaris Jenderal. Ada kisah menarik bagaimana Jasin merasa sangat terharu. Panglima Lege...